Itinerary

TULISAN TRADISIONAL JEPANG

 

KELAS KALIGRAFI 書道 SHODO

Japan … bila mendengar namanya yang teringat adalah semua kecanggihan yang ada di sana, semua electronik yang ada di indonesia hampir sepenuh nya di kuasai oleh brand name dari japan…
Kultur budaya, adat istiadat,panorama nya sungguh menggugah hati kita untuk langsung ingin cuss terbang ke negara yang di juluki negri sakura tersebut karena keindahan bunga sakuranya.
Di sepanjang jalanan di jepang banyak petunjuk arah menggunakan tulisan bahasa japan..

Nah…Salah satu unsur seni budaya japan yanga akan kita bahas di sini adalah :
Shodō 書道  >>  Seni Kaligrafi Jepang

Shodo 書道 atau kaligrafi jepang Terdiri dari 2 huruf kanji yaitu :  書く(yang arti na : menulis) Dan 道 ( michi ) yang arti nya cara
Shodō (書道) adalah seni menulis huruf jepang dengan gaya tertentu, misalnya tebal dan tipisnya garis. Shodo adalah kebudayaan yang cukup kuno, seni ini diperkenalkan di jepang pada abad ke 17,
Seni ini lalu diperkenalkan d jepang bersamaan dengan penyebaran agama budha dimana kitab suci budha sudah ditulis dengan kaligrafi china saat agama tersebut di perkenalkan di jepang.
Shodō sendiri mulai dikenal di Jepang setelah seorang kaligrafer China Wang Xizhi datang kejepang dengan membawa kaligrafi yang menggunakan huruf China. Namun, lama kelamaan Shodō mulai berkembang dan kini cukup banyak ditemui karya-karya kaligrafi jepang yang menggunakan huruf Katakana maupun Hiragana.

Seni kaligrafi jepang (Shodō) mulai diperkenalkan pada anak sekolah dasar sebagai pelajaran wajib, sedangkan pada jenjang selanjutnya Shodō menjadi salah satu mata pelajaran pilihan antara music dan juga melukis. Beberapa universitas bahkan terdapat kelas khusus untuk Shodō, diantaranya University of Tsukuba, Tokyo Gakugei University dan Fukuoka University of Education.

Museum Mitsuo Aida adalah museum yang memamerkan karya-karya Mitsuo Aida, seorang seniman kaligrafi japan yang sudah ternama.

Macam-macam Seni Kaligrafi Jepang (Shodō) :

  • Kaisho, yang berarti "correct writing" : maksudnya kaligrafi dibuat sepersis mungkin dengan huruf versi cetak seperti di koran ataupun buku-buku (tidak digaya-gaya) agar mudah dibaca. Kaligrafi model inilah yang pertama dipelajari para siswa sekolah dasar, karena penulisannya tidak jauh beda dengan yang mereka gunakan sehari-hari dengan begitu model Kaisho bisa dengan mudah mereka pelajari.
  • Gyousho, berarti "traveling writting" : huruf yang digunakan dalah Shodō dibuat sedikit miring. Berbeda dengan Kaisho yang kesannya tegas, Gyousho terlihat lebih santai. Penulisannya sama seperti tulisan tangan dengan bagian-bagian ujung yang terlihat lebih tumpul.
  • Sousho, berarti "grass writting" : Untuk model Sousho, tulisannya terasa lebih bebas dengan huruf-hurufnya yang dibuat miring. Sousho lebih sulit dibaca diantara model yang lainnya. Dalam pembuatannya, kebanyakan kaligrafer tidak melepaskan/mengangkat Fudonya, jadi garis-garis yang ada akan terasa menyatu.

 

Adapun peralatan yang digunakan yaitu :

  • 下敷き(shitajiki atau alas Untuk menulis)
  •  ぶんち(Bunchi atau alat pemberat kertas)
  • 筆(fude atau kuas ) Batang fude terbuat dari bambu, sedangkan bulunya dari bulu hewan
  • Kertas yg dgunakan adalah わし( washi = japanese paper)
  • すみ(sumi atau tinta)
  • すずり(suzuri atau tempat tinta)

 

Cara ikutan kelas kaligrafi Japan ( Shodo ) ini sangat mudah hanya dengan mendaftar di jadipergi.com :

  • harga Rp. 150.000,- / orang untuk remaja dan dewasa ( sudah termasuk peralatan menulis )

Periode : Sabtu 23 december 2017 saja pk. 10.00 WIB s/d selesai ( durasi sekitar 1,5 jam )
Tersedia juga untuk pelatihan di bulan January dan February.

Lokasi : Graha Bimasakti
Alamat : Jl. Delta Raya Utara no. 49 - 51 , Waru,Sidoarjo, Jawa Timur


DOWNLOAD ITINERARY